8 Algoritma Google yang Mempengaruhi Optimasi Website

Photo of author

Ditulis oleh Sidqi Hatake

Bagi para webmaster, algoritma Google adalah salah satu materi yang perlu diketahui. Setelah diketahui, para webmaster juga perlu melakukan analisa bagaimana cara menaklukkan algoritma Google.

Tujuannya adalah tentu saja untuk memastikan posisi web berada di ranking terbaik. Sebagaimana diketahui, langkah optimasi web sangat berkaitan dengan on page dan off page.

Optimasi on page dan optimasi off page dilakukan bertujuan agar mesin pencarian, salah satunya Google, menilai website kita layak untuk berada di halaman pertama SERP (Searching Engine Result Page).

Algoritma Google sedikit banyaknya melahirkan apa yang disebut dengan faktor on page dan off page ini. Seluruh faktor yang perlu di optimasi on page, harus memenuhi kriteria yang biasanya dituntut agar terpenuhi. Begitu juga seluruh faktor optimasi off page.

Ternyata, optimasi on page dan optimasi off page belum termasuk keseluruhan kriteria yang dituntut untuk teroptimasi dengan baik oleh mesin pencarian seperti Google. Ada faktor lainnya yang keseluruhan faktor ini menjadi algoritma bagi Google.

Apa saja algoritma Google yang perlu diketahui oleh para webmaster? Bagaimana cara kerja algoritma tersebut dalam menilai kelaikan halaman untuk menempati peringkat atas? Simak informasinya berikut ini!

Baca Juga: Inilah Pentingnya Optimasi Website untuk Kemajuan Bisnis

Apa Saja Algoritma Google yang Ada?

Mengetahui algoritma Google yang mempengaruhi optimasi web, Sumber: zekadigital.com
Mengetahui algoritma Google yang mempengaruhi optimasi web, Sumber: zekadigital.com

Google selalu melakukan update setiap tahun terutama terkait dengan algoritma untuk peringkat halaman website. Saat di-update, website yang tidak memenuhi kriteria atau dianggap kurang baik berdasarkan algoritma ini akan menerima konsekuensinya.

Konsekuensi negatifnya adalah berkurangnya trafik web yang juga berdampak pada berkurangnya penghasilan. Hal ini dapat menimpa web mana saja termasuk web besar selama web besar ini tidak memenuhi kriteria yang dasarnya adalah algoritma Google.

Beberapa web besar bahkan sekelas surat kabar kenamaan seperti dailymail.co.uk mengalami penurunan trafik hingga 50% akibat update algoritma Google terbaru. Termasuk CCN.com yang kehilangan 71% trafik dan berdampak pada penurunan penghasilan hingga 90%.

Lantas apakah hal ini merupakan sesuatu yang negatif? Atau ternyata ada sisi positifnya? Semua bergantung kepada cara pandang kita terhadap pihak pengembang Google. Sejauh mana Google bersikap netral untuk memberikan penilaian dalam urusan rangking website ini.

Sikap netral Google tentu saja harus didasari pada masukan dan kritik konsumen dan memang ditujukan untuk kenyamanan konsumen. Apabila demikian, maka Google masih tepat saat melakukan update algoritmanya.

Selama ini, apa saja algoritma Google dari tahun ke tahun? Termasuk bagaimana update terbaru di tahun 2023? Berikut ini beberapa informasi yang sedapat mungkin diringkas agar lebih to the point dan mudah untuk dipahami.

1. Panda

Panda, Sumber: tipspintar.com
Panda, Sumber: tipspintar.com

Panda adalah algoritma yang dirilis pada 24 Februari 2011. Awalnya Google Panda merupakan filter yang mengeluarkan score terhadap mutu sebuah halaman website. Penilaian mutu ini berdasarkan pada plagiarisme, ukuran konten, spam, dan keyword stuffing.

Pada 2016, hasil penilaian Panda ini dijadikan algoritma resmi yang dipakai Google untuk menetapkan rangking halaman berdasarkan score yang dikeluarkannya.

Jadi sejak 2016, halaman yang terdeteksi plagiat, memiliki konten yang tipis, terdapat user generated spam, dan keyword stuffing (terlalu banyak) akan mendapatkan score rendah. Sehingga rankingnya akan turun.

Jadi hindari duplikasi konten, jaga kapasitas kontennya agar normal, dan atur agar penggunaan kata kunci bisa seefektif mungkin. Pastikan agar sedapat mungkin sesuai dengan kriteria. Setelah melakukannya, pastikan kembali rangking halaman Anda.

2. Penguin

Penguin, Sumber: tipspintar.com
Penguin, Sumber: tipspintar.com

Pada tanggal 24 April 2014 dirilis sebuah algoritma yang akan mengeluarkan penilaian terhadap tautan dan anchor text. Pada 2016, algoritma ini juga menjadi inti yang dipakai oleh Google dalam penentuan ranking halaman.

Jadi apabila sebuah halaman memuat tautan atau link yang tidak tepat dan berjumlah tidak sesuai, akan dinilai sebagai spam. Begitu juga dengan anchor text yang teroptimasi. Anchor text yang terlalu dominan akan dicurigai sehingga dianggap negatif oleh algoritma Google Penguin.

Periksalah agar penempatan link pada halaman Anda cukup optimal. Jumlahnya tidak kurang, namun tidak banyak sehingga dinilai sebagai halaman yang berisi spam. Periksa juga agar link yang ditautkan cukup baik, tidak error atau bukan berasal dari sumber yang tidak bagus.

Pastikan pada saat memberikan tautan menggunakan anchor yang tidak selalu persis dengan target kata kunci. Caranya adalah dengan menjadikannya lebih panjang namun tetap berhubungan atau dengan menggunakan sinonim.

3. Hummingbird

Hummingbird, Sumber: seniberpikir.com
Hummingbird, Sumber: seniberpikir.com

Hummingbird dirilis pada tanggal 22 Agustus 2013 yang menjadi algoritma untuk menilai tentang keyword stuffing dan konten halaman website.

Hummingbird inilah yang menjadi alat pendeteksi kata kunci yang merupakan sinonim, sehingga dapat dinilai sama dengan kata kunci aslinya.

Selain itu, adalah konten halaman website. Ternyata algoritma dapat mengenali seberapa baik konten dalam suatu halaman website. Bukan hanya sekedar mendeteksi kata-kata tanpa mengerti maknanya.

Buruknya sebuah konten dinilai dari kesesuaian dengan kata kunci. Artinya, apabila konten tidak memuat hal-hal yang sesuai atau berhubungan dengan kata kunci berarti merupakan konten yang tidak layak.

Perbaikilah penempatan kata kunci pada website Anda dan lakukan riset, agar setiap konten yang dimuat selalu layak karena berhubungan dengan kata kunci yang menjadi target.

Jangan lupa bahwa Hummingbird dapat mendeteksi sinonim atau kemiripan, sehingga meski tidak persis berisi kata kunci tetap dapat dinilai layak selama masih mirip dan berhubungan.

Baca Juga: Beginilah Teknik SEO Blogspot Terbaik untuk Blogging

4. Pigeon

Pigeon, Sumber: hanamera.com
Pigeon, Sumber: hanamera.com

Pigeon adalah algoritma yang dapat menilai kualitas on page dan off page dari halaman website. Jadi seluruh faktor on page dan off page dinilai berdasarkan kriterianya apakah sudah terpenuhi atau belum. Maka pastikan agar halaman web Anda teroptimasi on page dan off page-nya.

Pigeon juga mengindex ranking berdasarkan keberadaan user. Sehingga suatu halaman yang memiliki rangking bagus pada suatu lokasi akan berbeda jika dipantau oleh user yang berada pada lokasi lainnya yang berbeda. Algoritma ini dirilis 24 Juli 2014.

5. Mobile

Mobile, Sumber: zekadigital.com
Mobile, Sumber: zekadigital.com

Mobile dirilis pada 21 April 2015 yang menjadi algoritma untuk menilai integrasi halaman jika digunakan melalui perangkat seluler. Sehingga saat ini, seluruh halaman website perlu memenuhi kriteria untuk dapat diakses menggunakan ponsel.

Sehingga para webmaster tidak hanya terbatas menentukan target seperti biasanya, namun juga perlu menargetkan para pengguna perangkat seluler yang dari tahun ke tahun terus meningkat. Riset seluruh kriteria yang termasuk ke dalam kategori mobile friendly.

6. Rank Brain

Rank Brain, Sumber: bangizaltoy.com
Rank Brain, Sumber: bangizaltoy.com

Pada 26 Oktober pada tahun 2015 dirilis algoritma yang berfokus pada query yang spesifik dan user experience. Sehingga saat ini para webmaster dituntut untuk lebih fokus dalam setiap konten halamannya dan mengedepankan kenyamanan bagi para pengguna (user).

7. Possum

Possum, Sumber: digitaroom.com
Possum, Sumber: digitaroom.com

Possum dirilis pada 1 September 2016 yang berfungsi untuk menempatkan halaman sesuai dengan lokasi masing-masing untuk menjadikan kompetisi lebih spesifik berdasarkan keberadaan masing-masing.

Sehingga para webmaster harus memastikan persaingan kunci sesuai dengan target lokasi masing-masing.

8. Fred

Fred, Sumber: digitaroom.com
Fred, Sumber: digitaroom.com

Fred adalah algoritma yang dirilis pada 8 Maret 2017 yang memberikan penilaian seputar konten dan afiliasi. Afiliasi ini biasanya seputar konten iklan, sehingga konten yang bagus tetapi terlalu banyak memiliki afiliasi akan dinilai negatif oleh mesin pencarian sesuai algoritma ini.

Itu dia berbagai algoritma Google yang diurutkan berdasarkan update-nya. Semoga dengan informasi ini dapat memberikan bantuan kepada para webmaster untuk mengantisipasi dampak update algoritma Google.

Tentu saja, update algoritma Google memerlukan penyesuaian agar peringkat website tidak turun dan traffic tetap meningkat dari waktu ke waktu. Nah, Zeka Digital memiliki layanan optimasi SEO yang siap membantu Anda mengoptimalkan proses optimasi website Anda.

Dengan langkah optimasi yang tepat, website Anda bisa nongkrong di peringkat atas SERP dan efektif menjadi platform promosi untuk bisnis. Tertarik?

Tinggalkan komentar

logo zeka digital official

Zeka Digital merupakan penyadia jasa digital marketing di Indonesia. Kami melayani untuk produk / layanan / jasa yang syar'i. Nikmati pelayanan yang prima, profesional dan amanah untuk usaha di seluruh Indonesia.

Tentang Kami

Zeka Digital - Penyedia Jasa Pemasaran Digital

Pringgolayan, RT.02/RW.44, Banguntapan,
Bantul, Yogyakarta 55198.

0811-265-1453
[email protected]

WhatsApp Chat Konsultasi