Siapa bilang memulai bisnis itu mudah dan bisa dilakukan sembarangan? Ketika Anda memutuskan untuk memulai sebuah bisnis, maka Anda perlu mengetahui beberapa hal, salah satunya mengenai pasar potensial.
Mengapa demikian? Karena potensial market sangat dibutuhkan untuk memperkirakan berapa jumlah pendapatan yang akan masuk dari konsumen Anda. Baik itu konsumen yang membeli berbagai produk maupun yang menggunakan jasa Anda.
Mengenal Pasar Potensial
Apa itu pasar potensial? Perlu Anda ketahui dan pahami, bahwa pasar potensial dengan pasar yang biasa Anda jumpai itu berbeda ya.
Pasar potensial adalah sekumpulan orang atau konsumen yang tertarik untuk menggunakan produk atau jasa dari sebuah perusahaan, yang memungkinkan menaikkan pendapatan dari perusahaan tersebut.
Sedangkan pasar adalah tempat dimana orang atau konsumen sudah siap untuk membeli atau menggunakan jasa atau produk baru maupun lama dari perusahaan tertentu. Bisa dikatakan pasar tersebut berisikan konsumen yang sudah siap uang dan membeli.

Kemudian untuk pasar potensial belum siap uang, namun sudah memiliki minat untuk membelinya. Sehingga ketika sudah ada uang, maka konsumen akan langsung membeli atau menggunakan jasa tersebut.
Supaya lebih mudah dipahami, kami akan memberikan satu contoh pasar potensial. Sebagai gambaran, ada sekumpulan orang atau konsumen yang minat dan berkeinginan membeli motor, namun belum memiliki cukup uang dan akan membelinya ketika uang terkumpul.
Jadi itulah yang dinamakan sebagai pasar potensial. Apakah Anda sudah bisa menangkap maksud dari contoh di atas? Jika belum, Anda perlu menyimak artikel kali ini hingga selesai agar lebih memahami maksud dari pasar potensial itu sendiri.
Baca Juga: Inilah Kunci Sukses Bisnis yang Wajib Diterapkan oleh Pebisnis
Jenis-Jenis Pasar
Pada dasarnya jenis pasar itu sangat banyak dan luas. Oleh sebab itu, sebagai pelaku bisnis yang sedang mencari tahu mengenai potensi pasar, juga perlu mengetahui jenis-jenis pasar terlebih dahulu.
Jenis pasar terbagi ke dalam 3 bagian, menurut bentuknya, jenisnya, dan wilayah pemasarannya. Berikut sedikit penjelasan dari ketiga jenis pasar tersebut.

Menurut Bentuknya
Setidaknya terdapat 5 jenis pasar menurut bentuknya yang perlu Anda ketahui. Yakni pasar monopoli, pasar oligopoli, pasar persaingan sempurna, pasar monopolistik, dan pasar tradisional. Simak penjelasan singkatnya berikut ini.
1. Pasar Monopoli
Pasar monopoli adalah pasar yang dimana di dalamnya terdapat penjual tunggal yang menguasai pasar, memiliki kekuatan untuk menentukan harga, serta tidak memiliki barang sejenis yang hampir sama. Jadi intinya di dalam pasar monopoli ini tidak memiliki pesaing.

2. Pasar Oligopoli
Jika tadi pasar monopoli cenderung menguasai pasar karena tidak memiliki pesaing, pasar oligopoli ini sedikit berbeda. Pasar oligopoli merupakan jenis pasar yang di dalamnya terdapat produsen atau penjual yang jumlahnya lebih sedikit daripada pembelinya yang banyak.
Salah satu ciri-ciri dari pasar oligopoli ini terdapat market leader yang memimpin pasar. Lalu siapakah market leader tersebut?
Jadi market leader merupakan sebuah perusahaan yang memimpin pangsa pasar terbesar di industri tertentu. Jika di Indonesia, contoh market leader tersebut adalah Indomie, Aqua, dan lain sebagainya.

3. Pasar Persaingan Sempurna
Dikutip dari laman money.kompas.com yang mengutip laman resmi Kemendikbud, pasar persaingan sempurna merupakan pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak, dengan begitu tidak ada satupun penjual maupun pembeli yang bisa mempengaruhi harganya.

4. Pasar Monopolistik
Jika tadi membahas pasar monopoli, sekarang saatnya membahas pasar monopolistik.
Dikutip dari laman wikipedia, pasar monopolistik adalah salah satu bentuk pasar dimana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek.

5. Pasar Tradisional
Pasar tradisional adalah tempat bertemunya para penjual dan pembeli dengan adanya transaksi jual-beli secara langsung, biasanya di dalamnya juga terdapat proses tawar-menawar. Pasar tradisional ini dikelola dan dibangun oleh pemerintah setempat.

Menurut Jenisnya
Jika tadi sudah mengenal pasar menurut bentuknya, sekarang Anda perlu tahu mengenai pasar menurut jenisnya. Terdapat 3 macam pasar menurut jenisnya, diantaranya meliputi pasar abstrak, pasar konkret, dan pasar berdasarkan waktunya.
1. Pasar Abstrak
Pasar abstrak merupakan pasar yang keberadaannya tidak terlihat secara langsung, jadi penjual tidak akan menawarkan produk yang dijualnya secara langsung.
Kemudian pembelinya juga tidak membeli secara langsung. Misalnya saja seperti pasar online, pasar modal, hingga pasar saham.

2. Pasar Konkret
Berbeda dari pasar abstrak, pasar konkret merupakan sebuah tempat pertemuan (nyata) antara penjual dan pembeli yang dilakukan secara langsung. Jadi pembeli dan penjual bisa bertransaksi dan melakukan tawar-menawar secara langsung.

3. Pasar Berdasarkan Waktunya
Untuk pasar berdasarkan waktu ini terbagi menjadi 4 macam, yakni pasar harian, pasar mingguan, pasar bulanan, dan pasar tahunan.
Dimana penjual dan pembeli akan bertemu sesuai dengan waktunya, bisa setiap hari, setiap seminggu sekali, sebulan sekali, hingga setahun sekali.

Menurut Wilayah Pemasarannya
Jenis pasar selanjutnya merupakan pasar menurut wilayah pemasarannya. Jika dilihat dari wilayah pemasarannya, pasar terbagi ke dalam 4 macam. Diantaranya meliputi pasar lokal, pasar daerah, pasar nasional, dan pasar internasional.
1. Pasar Lokal
Jadi secara singkatnya, pasar lokal itu merupakan sebuah pasar dimana tempat jual-beli akan suatu produk atau jasa berada di dalam 1 kota yang sama dengan lokasi produksinya.

2. Pasar Daerah
Dikutip dari laman gramedia.com, pasar daerah adalah pasar yang bisa membeli serta menjual berbagai produk atau jasa dalam 1 daerah dengan produk tersebut dihasilkan.
Pasar daerah ini juga bisa dikatakan sebagai pasar yang melayani permintaan dan penawaran hanya di dalam 1 daerah itu saja.

3. Pasar Nasional
Pasar nasional merupakan sebuah pasar yang kegiatan jual-beli produk atau jasanya dilakukan di dalam 1 negara dimana tempat produk atau jasa tersebut dihasilkan. Jadi pasar nasional bisa dikatakan hanya melayani permintaan dan penjualan dari dalam negeri.

4. Pasar Internasional
Pasar internasional adalah sebuah pasar yang kegiatan jual-beli produk atau jasanya dari beberapa negara. Jadi lingkup pasar internasional ini cakupannya lebih luas.

Menilai Pasar Potensial dan Manfaatnya
Menganalisis atau menilai pasar potensial merupakan salah satu langkah untuk menyusun perencanaan pemasaran. Tanpa adanya langkah ini, Anda bisa kehilangan arah dalam memasarkan suatu produk atau jasa yang Anda miliki.
Beberapa cara menilai pasar potensial diantaranya meliputi:
- Melakukan pendekatan permintaan. Cara untuk menilai potensi pasar yang pertama adalah dengan menggunakan pendekatan permintaan. Pendekatan ini lebih menekankan pada kebutuhan manusia yang sampai saat ini masih belum bisa terpenuhi sepenuhnya.
- Melakukan pendekatan penawaran. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, diantaranya yakni memahami harga barang pada saat ini, memahami harga dari sumber untuk melakukan produksi, mengetahui tingkatan untuk melakukan produksi, serta melakukan ekspektasi dan juga perkiraan.
- Menyesuaikan waktu. Sesuaikanlah waktu peluncuran produk di waktu yang tepat, yakni pada saat masyarakat sedang membutuhkannya sehingga dapat menaikkan keuntungan. Misalnya saja meluncurkan produk jas hujan saat memasuki musim penghujan.
- Mengamati tingkat kebutuhan konsumen. Amatilah kebutuhan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat sebelum menciptakan produk baru. Selain kebutuhan utama, Anda juga bisa mengamati mengenai kebutuhan musiman.

Lalu apa sih manfaat yang akan Anda dapatkan dari menganalisis pasar potensial tersebut? Berikut beberapa diantaranya meliputi:
- Manfaat pertama adalah Anda bisa memahami apa yang diinginkan konsumen. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui produk seperti apa yang diinginkan oleh konsumen Anda.
- Dengan menganalisa potensi pasar, Anda bisa mengetahui tren apa saja yang sedang beredar di masyarakat. Sehingga bisa menciptakan sebuah produk baru yang menarik masyarakat atau calon konsumen Anda.
- Menilai pasar potensial juga dapat membantu Anda untuk mengembangkan bisnis. Informasi mengenai konsumen yang Anda dapatkan bisa membantu untuk merencanakan strategi pemasaran yang baik dan benar.
- Analisis pasar potensial juga dijadikan sebagai sarana untuk menguji produk sebelum benar-benar diluncurkan ke pasaran. Jadi ketika ada kesalahan dalam produk tersebut, perusahaan Anda bisa langsung mengevaluasinya. Dengan begitu, Anda bisa meminimalisir kegagalan dalam mengelola bisnis tersebut.
Selain hal tersebut, ternyata terdapat metode lain yang digunakan untuk menilai potensi pasar dalam skala wilayah. Terdapat 2 metode utama yang digunakan dalam menilai potensi pasar suatu wilayah yakni metode market build up dan metode multiple factor index.
Jadi di dalam metode market build up ini pemasar perlu mengidentifikasi semua pembeli potensial pada setiap pasar, kemudian memperkirakan mengenai pembelian potensial mereka. Metode ini akan memberikan hasil yang akurat ketika Anda memiliki data pembeli potensial.
Sedangkan untuk metode multiple factor index, pemasar akan memperkirakan mengenai potensi pasar daerah. Namun dikarenakan pelanggannya terlalu banyak, maka dibuatkan daftar rinci.
Pemasar akan menggunakan sejumlah variabel serta memberikan bobot pada variabel tersebut guna menentukan ukuran permintaannya.
Bagaimana Cara Menganalisa Peluang Pasar?
Jika tadi membahas mengenai menilai pasar potensial, saat ini Anda perlu mengetahui bagaimana cara untuk menganalisa peluang pasar. Adanya analisis peluang pasar ini bertujuan untuk mengidentifikasi mengenai minat dan tren yang sedang terjadi di masyarakat.
Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menganalisa peluang pasar. Proses analisa ini perlu dilakukan secara matang agar bisa menghasilkan strategi bisnis yang tepat untuk kedepannya. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menganalisa peluang pasar.
1. Memilih Target Pasar Secara Spesifik
Pada saat sedang melakukan riset peluang pasar, Anda perlu memilih target secara spesifik. Hal ini dilakukan agar strategi yang dilakukan bisa tepat sasaran. Dengan begitu Anda bisa lebih mudah dalam menemukan target konsumen yang memiliki peluang menjadi pelanggan tetap.
Baca Juga: Ciri-Ciri Bisnis Modern dan Tips Membangunnya
2. Memperhatikan Kebutuhan dari Target Konsumen
Setelah memilih target pasar secara spesifik, selanjutnya Anda perlu memperhatikan kebutuhan dari konsumen tersebut. Metode yang dilakukan untuk analisis peluang pasar yang satu ini adalah dengan melakukan survei secara digital.
Perkembangan teknologi yang semakin maju dapat memudahkan survei sehingga bisa lebih efektif. Salah satu contohnya adalah dengan menggunakan fitur polling yang tersedia di beberapa sosial media.

3. Lebih Dekat dengan Konsumen
Analisis peluang pasar selanjutnya adalah mendekati konsumen dengan mengetahui latar belakangnya. Misalnya saja seperti gender, usia, hobi, pendapatan, hingga status sosialnya. Dengan data tersebut, Anda bisa menentukan strategi pemasaran apa yang tepat.
4. Mengamati Persaingan Pasar
Mengamati persaingan pasar merupakan hal yang penting dilakukan dalam analisa peluang pasar. Anda bisa mengamati para kompetitor terkait kondisi pasar terkait produk yang ada di pasaran.
Dengan data yang dimiliki tersebut, bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas produk Anda.
5 Langkah Jitu Menarget Pasar Potensial
Bagaimana langkah yang tepat untuk menarget pasar potensial? Ada beberapa langkah yang bisa Anda gunakan untuk mengukur atau menargetkan pasar potensial pada bisnis Anda. Simak penjelasannya di bawah ini.
1. Menentukan Segmentasi Pasar
Langkah pertama dalam menarget pasar potensial adalah menentukan segmentasi pasar atau target pasar potensial.
Segmentasi pasar adalah sebuah strategi yang digunakan untuk memetakan target konsumen berdasarkan karakteristik, kebutuhan, hingga perilakunya agar perusahaan bisa mengenali konsumennya.
Sebagai contoh, misalnya saja Anda memiliki usaha terkait produk sneaker. Lalu Anda ingin produk tersebut menjangkau pasar yang lebih luas lagi dengan menjadikan produk tersebut populer di berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga orang tua.
Oleh karena itu, maka Anda memerlukan segmentasi demografis untuk bisa menjangkau semua kalangan.
Hal ini disebabkan karena segmentasi demografis sendiri mencakup mengenai peninjauan terhadap berbagai kelompok konsumen mulai dari kelas sosial, usia, hingga latar belakangnya.

2. Menentukan Batas Geografis
Menentukan batas geografis merupakan salah satu langkah penting dalam menarget pasar potensial. Dengan menentukan batas geografis ini, Anda bisa memfokuskan sampai mana (lokasi) Anda bisa menjangkau konsumen.
Hal tersebut perlu dilakukan agar Anda bisa lebih optimal dalam melayani kebutuhan target market yang Anda sasar. Anda butuh mengevaluasi ulang mengenai jarak terjauh yang Anda jangkau, apakah jarak tersebut masih bisa Anda jangkau atau tidak.

3. Memperhatikan Para Kompetitor
Ketika mulai terjun ke dunia bisnis, Anda perlu mengetahui siapa dulu kompetitor Anda. Perhatikan mengenai apa saja yang dilakukan kompetitor untuk menarik pelanggannya. Anda bisa menganalisa mengenai laju perkembangan bisnis dari kompetitor tersebut.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menganalisis laju perkembangan bisnis pesaing, diantaranya meliputi:
- Harga yang ditawarkan oleh pesaing terhadap produk yang dipasarkan
- Melihat kualitas, desain, hingga bentuk produk yang dipasarkan oleh kompetitor
- Strategi pemasaran yang dijalankan oleh kompetitor
- Memperhatikan lokasi distribusi yang dimiliki oleh pesaing
- Rencana kegiatan yang akan dilakukan oleh pesaing untuk ke depannya

4. Mengetahui Pangsa Pasar
Cara menentukan pasar potensial selanjutnya adalah dengan mengetahui pangsa pasar. Apakah Anda sudah paham mengenai pangsa pasar? Dilansir dari laman wikipedia, pangsa pasar adalah persentase dari total pendapatan atau penjualan di pasar yang dibuat oleh bisnis perusahaan.
Masih bingung? Jadi secara sederhananya begini, misalnya saja Anda membuka jasa salon di Kota F. Kemudian di Kota F tersebut terdapat jasa salon lainnya selain Anda.
Lalu dari seluruh jasa salon yang ada di kota tersebut, berapa banyak orang yang menggunakan jasa Anda dan berapa banyak orang yang menggunakan jasa dari pesaing Anda? Nah, perbandingan tersebutlah yang disebut dengan pangsa pasar.
Lalu sebenarnya apa tujuan dan kegunaan dari mengetahui pangsa pasar ini? Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa berkembangnya bisnis yang Anda jalani sudah baik ataukah belum.
Jadi pangsa pasar ini bisa Anda gunakan sebagai parameter untuk melakukan evaluasi aktivitas bisnis. Dengan begitu, Anda bisa meninjau ulang mengenai strategi untuk promosi bisnis Anda agar lebih tepat.

5. Memperkirakan Rata-Rata Tingkat Konsumsi Konsumen
Untuk mengetahui perkiraan rata-rata tingkat konsumsi konsumen, Anda bisa menggunakan metode survei pasar potensial.
Melalui data-data sekunder yang Anda dapatkan dari survei tersebut, Anda bisa menghitung berapa rata-rata tingkat pengeluaran konsumen terhadap produk maupun jasa yang sejenis.

Itulah tadi rangkuman mengenai langkah jitu untuk menarget pasar potensial yang wajib Anda pahami. Memulai sebuah bisnis memang bukanlah hal yang mudah, namun jika dilakukan dengan langkah yang tepat akan memudahkan bisnis Anda untuk terus maju dan berkembang.
Ingin tau informasi seputar dunia bisnis lainnya? Zeka Digital menyediakan artikel seputar bisnis untuk menambah informasi Anda dalam menjalankan bisnis.