6 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Ganti Domain WordPress agar Trafik Aman

Photo of author

Ditulis oleh Bogi Kamali Rozaq

As a manager in the SEO division at Zeka Digital, experienced in writing content using SEO techniques.

Domain adalah elemen yang penting pada sebuah website. Dari domain itulah Anda bisa menemukan website dengan alamat yang singkat, meskipun keberadaan website di belahan dunia lain. Karena itulah bisnis profesional biasanya menggunakan nama brand sebagai nama domain website mereka. 

Namun di masa lalu, penggunaan keyword domain banyak dilakukan pemilik domain untuk tujuan SEO. Artinya nama domain menggunakan kata kunci yang ditargetkan. Memang di masa lalu strategi ini cukup berhasil, bahkan di masa sekarang strategi ini juga masih digunakan oleh sebagian pemilik bisnis.

Mengapa Mengganti Nama Domain?

Saat ini di era entity SEO, penggunaan keyword domain sudah tidak relevan lagi. Nama domain yang dikenalkan ke publik sebaiknya juga merupakan nama brand yang akan diangkat. Sehingga entitas sebuah brand menjadi lebih terlihat, termasuk produk atau layanan yang diasosiasikan oleh brand tersebut.

Baca Juga: Apa itu Domain dan Bagaimana Memilihnya?

Karena perubahan lanskap SEO itulah yang menyebabkan website bisnis perlu dilakukan perubahan nama domain. Alasan lain yang melatarbelakangi pergantian nama domain dari sebuah website selain perubahan lanskap SEO adalah karena pergantian nama brand atau rebranding.

Mengganti nama domain website memang mudah. Anda hanya perlu membeli nama domain yang Anda suka, lalu melakukan pengaturan di server dan melakukan pengaturan url di website.

Domain website sebaiknya sesuai dengan nama brand. Sumber gambar Pexels

Namun sebenarnya tidak sesederhana itu. Anda akan mendapatkan masalah baru dari penggantian nama domain yang tidak dibarengi dengan strategi perbaikan SEO yang tepat. Trafik website Anda akan anjlok parah, dan tentunya akan bermasalah pada optimasi mesin pencari yang Anda lakukan.

Mengapa Ganti Domain Berisiko pada SEO?

Mengganti nama domain seperti halnya mengganti alamat rumah atau pindah rumah. Ketika alamat lama sudah dikenal banyak orang, maka ketika Anda pindah alamat rumah, tentu banyak orang akan kehilangan ‘akses’ dengan Anda. Mereka akan kesulitan menemukan Anda.

Google yang sudah lama mengenal alamat domain Anda harus mengindeks ulang alamat domain baru. Pengindeksan ulang ini terkadang tidak membutuhkan waktu yang sebentar. Mungkin untuk terindeks nama domain saja bisa membutuhkan waktu sebentar. Akan tetapi untuk mengenali ‘business entity’ dari brand Anda, Google akan membutuhkan waktu lama.

Resiko lain yang akan dihadapi adalah terjadinya ‘dead link’ pada backlink yang selama ini memberikan support pada website Anda dengan nama domain yang lama jika Anda tidak melakukan redirection tautan dengan cara yang benar.

Tautan mati pada website eksternal inilah yang kemudian menjadikan website Anda kehilangan support backlink dan imbasnya nilai SEO atau domain authority menjadi turun.

Langkah Wajib Setelah Ganti Domain di WordPress

Ada langkah yang harus dilakukan pasca domain Anda diganti dengan domain baru agar tidak menimbulkan dampak negatif dari penurunan SEO yang lebih meluas. Inilah diantaranya : 

1. Pasang Pengalihan Permanent (Redirect 301)

Seperti ulasan sebelumnya, ketika Anda tidak mengalihkan domain lama ke domain baru dengan benar, maka website Anda akan banyak kehilangan trafik. Google yang selama ini mengenal konten dari website Anda dengan alamat domain lama tetap akan menyajikan konten di SERP dengan alamat lama.

Ketika pengunjung melakukan klik, maka mereka akan menemukan halaman yang telah hilang. Momen inilah yang menjadikan website Anda dengan nama domain baru tidak akan mendapatkan trafik dari SERP. Karena itulah diperlukan pengalihan tautan dengan benar.

Jika Anda menggunakan WordPress, cara pengalihan tautan paling tepat adalah dengan menggunakan plugin redirection. Bila perlu, pengaturan pengalihan bisa dilakukan di tingkat server melalui pengaturan di .htaccess.

Yang perlu diperhatikan adalah, setelah domain Anda alihkan menggunakan tools tersebut, pastikan Anda tetap memperpanjang domain lama Anda agar tetap bisa diakses (meskipun akhirnya juga dialihkan). 

Jika Anda akan menghentikan total domain lama, pastikan Anda telah memperbaiki tautan di dalam website, sebisa mungkin website lain yang memberikan backlink ke website Anda juga melakukan perubahan tautan.

Penting untuk redirection website yang ganti domain. Sumber gambar : Pexels @firmbee

2. Perbarui URL Situs di Dashboard WordPress

Setelah domain baru rilis, Anda perlu memastikan pengaturan WordPress Address (URL) dan Site Address (URL) di menu Settings > General pada dashboard WordPress. Selain itu, tentunya internal link  yang tertanam di konten website masih menggunakan domain lama. Anda perlu mengaturnya.

Untuk mengatur internal link yang mungkin bisa berjumlah ratusan bahkan ribuan, Anda tidak perlu menggunakan cara manual satu per satu. Dengan menggunakan plugin WordPress seperti Better Search Replace, Anda bisa melakukan perubahan secara massal dengan ketentuan struktur slug Anda konsisten.  

3. Daftarkan Domain Baru ke Google Search Console (GSC)

Menambahkan properti domain baru ke GSC adalah wajib. Langkah ini bisa dilakukan untuk mendeteksi performa domain baru di mesin pencarian. Anda bisa memanfaatkan fitur Change of Address di Google Search Console untuk memberitahu Google secara resmi bahwa situs telah berpindah alamat. 

Setelah melakukan setting di GSC, Anda perlu membuat sitemap baru di domain baru.

Setelah itu Anda perlu mengirimkan sitemap XML tersebut melalui Google Search Console untuk mempercepat proses crawling. 

4. Periksa dan Perbaiki Broken Links (Tautan Rusak)

Meskipun Anda telah melakukan perbaikan internal link secara massal seperti langkah poin 2, Anda tetap harus melakukan audit menggunakan tools untuk mencari tautan internal atau eksternal yang masih mengarah ke domain lama. 

Kondisi ini akan memunculkan broken link. Jika terdapat broken link dalam jumlah besar dan kerusakan tersebut terjadi sudah cukup lama, maka ini akan mempengaruhi nilai SEO website Anda.

Jika memungkinkan, perbarui juga tautan di website lain yang memberikan backlink ke website Anda dengan tautan domain baru. Tanpa memperbarui tautan, maka akan ada dead link di website penyokong (misal website PBN).

Sebenarnya tanpa melakukan perbaikan di website yang memberikan sokongan backlink masih tetap aman selama Anda tetap memperpanjang domain lama Anda dan melakukan redirect. Jadi Anda akan membayar perpanjangan dua domain selamanya.

5. Perbarui Tautan di Media Sosial dan Ekosistem Bisnis

Mengubah URL di profil media sosial (Instagram, LinkedIn, Facebook), Google Business Profile, dan direktori bisnis lainnya. Ekosistem dan platform yang Anda gunakan inilah yang nantinya akan memberikan sinyal yang saling terhubung ke mesin pencari. 

Mesin pencari akan melakukan analisa dan menganggap berbagai platform dan ekosistem tersebut merupakan satu entitas bisnis ketika informasi yang diberikan setiap platform maupun ekosistem tersebut selalu konsisten.

6. Pantau Metrik Performa Lewat Google Analytics

Setelah semuanya beres, Anda masih perlu melakukan pengamatan metrik trafik maupun pengguna melalui Google Search Console dan Google Analytics 4. Dengan selalu melakukan pengamatan, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti trafik yang tidak lekas naik, atau ada halaman yang tidak terindeks, maka Anda akan bisa mengetahui lebih cepat dan bisa segera melakukan perbaikan.

Baca Juga: Redirect 301 untuk Menjaga Ranking SERP

Untuk dapat mengenali domain baru yang Anda luncurkan, Google tidak memerlukan waktu yang sebentar, meskipun hal-hal teknis sudah selesai perbaikannya. Waktu yang diperlukan bisa berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Sebaiknya, meskipun berada di fase fluktuasi trafik karena perpindahan domain website Anda bisa tetap memproduksi konten website secaara rutin. Selalu bersabar menghadapi fase fluktuasi penelusuran (Google dance) yang biasanya memakan waktu beberapa minggu hingga bulan dengan tetap berkarya.

Perbaiki broken link untuk SEO stabil. Sumber gambar pexels @Philipp Pistis

Kesimpulan

Adakalanya sebuah brand berganti nama, yang menyebabkan pergantian nama domain website. Pergantian ini tentu akan berimbas pada optimasi website. Proses ganti domain akan aman dilakukan jika prosedur teknis migrasi domain dieksekusi dengan cara yang benar dan disiplin.

Jika Anda berkeinginan untuk rebranding dan mengganti domain website Anda, sebaiknya Anda berkonsultasi kepada profesional agar tidak memunculkan dampak negatif karena kesalahan prosedur. Segera hubungi kami untuk berkonsultasi!

Tinggalkan komentar

logo zeka digital official

Zeka Digital hadir untuk membantu bisnis membangun dan mengembangkan pemasaran digital sesuai kebutuhan bisnis. Dengan dukungan tim profesional, Zeka Digital siap menjadi mitra pemasaran digital bagi berbagai sektor bisnis di seluruh Indonesia.

Alamat & Kontak

Pringgolayan, RT.02/RW.44, Banguntapan,
Bantul, Yogyakarta 55198.

0811-265-1453
[email protected]

Chat Konsultasi