Di era kemunculan artificial intelligence seperti sekarang ini, semua hal dibuat secara otomatis. Anda bisa menggunakan tools AI yang dengan mudah diperintahkan untuk membuat atau mengerjakan hal yang bisa Anda inginkan.
Salah satunya hal yang berkaitan dengan bisnis digital. Penerapan penggunaan AI dalam membantu proses penjualan produk digital misalnya penggunaan AI dalam konten marketing. Bahkan Anda dalam membedakan mana konten buatan manusia dan mana buatan mesin menjadi semakin sulit.
Baca Juga: Konten AI Vs Konten Manusia
Selain itu, penggunaan mesin AI penjawab otomatis untuk layanan konsumen sudah mulai digunakan. Namun ternyata penggunaan peralatan baru dalam dunia bisnis digital ini memunculkan masalah baru. Seperti apa masalahnya dan bagaimana solusi penyelesaiannya?
Fakta Penggunaan AI
Anda akan menemukan realita bahwa penggunaan tools AI untuk penjualan secara daring secara masif terus digunakan. Hal tersebut memang memudahkan pekerjaan. Akan tetapi perkembangan tersebut tidak pernah lepas dari masalah.
Masalah muncul ketika semua toko online menggunakan robot untuk promosi dan pelayanan, maka bisnis menjadi terasa dingin dan robotik. Selain itu, dengan keberadaan AI yang mampu memproduksi konten pemasaran dengan mudah akan menjadikan konten tidak lagi ‘manusiawi’ dan terkesan ‘nyampah’.

Pertanyaan besarnya adalah, apakah efisiensi dengan menggunakan robot AI benar-benar mendatangkan loyalitas, atau justru menjauhkan pelanggan karena hilangnya ‘ruh’ dalam berjualan?
Konten Marketing, Antara Pabrik Konten dan Seni Bercerita
Seperti yang telah diulas sebelumnya, keberadaan AI memunculkan konten dalam jumlah besar yang dibuat secara otomatis menggunakan tools AI. Semakin masifnya penggunaan AI untuk memproduksi konten, maka ‘sampah’ konten akan semakin menumpuk di dunia maya.
Sisi gelap lain dari konten marketing menggunakan AI adalah konten yang dibuat AI 100% seringkali terasa hambar dan gagal menyentuh emosi terdalam calon pembeli. Karena itulah, Anda perlu bijak dalam menggunakan AI agar investasi Anda untuk pengembangan strategi penjualan tidak terbuang sia-sia.
Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan kolaborasi antara AI dengan keterlibatan manusia. AI digunakan untuk memproses data besar (riset tren) dan membuat draf mentah, namun manusia harus turun tangan untuk memberikan ‘bumbu’ berupa opini, humor, atau pengalaman nyata yang tidak dimiliki basis data robot.
Pada era AI konten terbaik adalah konten yang berani menunjukkan ‘ketidaksempurnaan’ yang jujur (contoh : video behind the scene yang mentah). Konten seperti itu memberikan kesan organik atau natural.
AI atau Manusia?
Selain konten yang di otomatisasi, di era AI sekarang platform otomatis Chatbot juga banyak digunakan oleh bisnis untuk penanganan pelayanan konsumen seperti menjawab pertanyaan informatif sampai menerima komplain dari konsumen dengan permasalahan template.
Penggunaan tools AI menang telak dalam menangani pertanyaan administratif yang membosankan (cek resi, alamat toko, stok barang) dalam hitungan detik selama 24 jam. Dari segi kecepatan dan ketepatan, tentu hal ini menjadikan bisnis memiliki value lebih ketika konsumen bisa mendapatkan informasi rinci dengan cepat.
Masalahnya adalah robot AI seringkali gagal menangkap nuansa kekecewaan pelanggan yang sedang marah. Di titik ini, penggunaan robot justru bisa menjadi bumerang yang menghancurkan reputasi brand.
Karena itulah banyak pelaku bisnis memadukan keterlibatan manusia dengan penggunaan robot AI dalam menjawab pertanyaan konsumen.
Penggunaannya adalah robot AI ditempatkan sebagai penyaring awal, namun langsung mengalihkan ke ‘Manusia Asli’ begitu terdeteksi adanya keluhan yang membutuhkan empati dan kebijakan khusus.
Sehingga penggunaan robot AI hanya untuk pertanyaan template yang bisa berulang kali ditanyakan oleh banyak konsumen.
Kapan Harus Melepaskan Robot dan Kapan Harus Tetap Menjadi Manusia?

Apakah bisnis perlu memanfaatkan AI sepenuhnya? Bagaimana strategi penggunaan AI agar bisa menunjang bisnis?
Penggunaan AI memiliki kelebihan dan kekurangan, meskipun berbagai platform AI memaparkan keunggulan masing-masing seperti tanpa cela sedikitpun. Ada titik kekuatan absolut AI yang tidak dimiliki oleh manusia sehebat apapun.
Pekerjaan seperti mengukur skalabilitas, pemrosesan data, pekerjaan yang membutuhkan konsistensi secara terus menerus dan pekerjaan yang membutuhkan kecepatan eksekusi teknis. Ini cocok untuk operasional back-end dan bisa memanfaatkan platform AI.
Sedangkan ada hal-hal di dalam bisnis yang tidak bisa digantikan mesin dan hanya bisa dilakukan manusia. Maka pekerjaan yang berkaitan dengan intuisi bisnis, pembangunan komunitas, empati emosional, dan kemampuan untuk melakukan pivot kreatif saat tren pasar berubah secara mendadak maka pekerjaan ini mutlak harus dikerjakan manusia.
Pemanfaatan AI pada Bisnis Zeka Digital
Zeka Digital sebagai perusahaan layanan jasa digital marketing, tentu tidak lepas dari penggunaan tools AI dalam menjalankan bisnisnya. Akan tetapi, tidak semua hal harus dikerjakan oleh AI. Ada beberapa hal yang kemudian keterlibatan tools AI diperlukan dalam prosesnya. Di antaranya adalah:
1. Analisa
AI sangat efektif digunakan pada tahap analisa, terutama untuk memahami konten dan kata kunci secara lebih mendalam dan berbasis data.
a. Analisis Konten
AI dapat membantu mengidentifikasi apakah sebuah artikel sudah relevan dengan search intent pengguna. Misalnya, apakah konten sudah menjawab kebutuhan informasional, transaksional, atau navigasional. Selain itu, AI bisa:
- Mengidentifikasi topik utama dan subtopik yang belum dibahas
- Menemukan celah konten dibanding kompetitor
- Memberikan rekomendasi struktur heading (H1, H2, H3)
- Mengoptimalkan internal linking berdasarkan konteks
AI juga bisa membantu mengevaluasi keterbacaan (readability), kepadatan kata kunci (tanpa over-optimasi), serta konsistensi topik agar tidak melebar.
b. Analisa Kata Kunci
Dalam riset keyword, AI dapat digunakan untuk:
- Mengelompokkan keyword berdasarkan search intent
- Mengembangkan long-tail keyword dari satu keyword utama
- Mengelompokkan keyword berdasarkan tema (keyword clustering)
- Membuat variasi sinonim dan LSI (Latent Semantic Indexing)
Hasilnya, strategi konten menjadi lebih terstruktur dan tidak menargetkan satu keyword secara berulang di banyak halaman (menghindari cannibalization).
2. Produksi
Dalam proses produksi konten artikel, AI bukan untuk menggantikan penulis atau praktisi SEO, tetapi untuk mempercepat dan mengefisienkan proses produksi.
Baca Juga: Mengenai Apa itu AI Overview dari Google.
a. Membantu Membuat Judul dan Outline
Dalam membantu penyusunan artikel, penggunaan AI terbatas pada aktivitas berikut ini :
- Menghasilkan variasi judul yang SEO-friendly
- Membuat outline artikel yang sistematis
- Mengembangkan daftar poin pembahasan
- Menyusun FAQ berdasarkan intent pengguna
Namun, produksi artikel sebaiknya tetap melalui proses kurasi dan editing manusia. AI digunakan sebagai asisten ide, bukan sebagai mesin produksi otomatis tanpa kontrol kualitas.
b. Meta Title dan Meta Description yang Presisi
Salah satu kekuatan AI adalah menghitung dan menyesuaikan jumlah karakter secara presisi dalam pembuatan meta title maupun description.
- Meta title ideal: ±50–60 karakter
- Meta description ideal: ±140–160 karakter
AI dapat diminta untuk membuat meta title maupun meta description dengan ketentuan :
- Membuat meta title dengan keyword utama di awal
- Menyesuaikan panjang agar tidak terpotong di SERP
- Membuat meta description yang mengandung CTA dan tetap natural
Ini sangat membantu dalam optimasi CTR (Click Through Rate).
c. Pembuatan Gambar dan Infografis Sederhana
Selain bermanfaat dalam pembuatan konten dalam bentuk tulisan, berbagai platform AI juga bisa digunakan untuk :
- Membuat ilustrasi pendukung artikel
- Mendesain infografis sederhana untuk Pinterest atau blog
- Membuat konsep visual untuk media sosial
- Menghasilkan ide struktur visual untuk landing page
Visual yang relevan dapat meningkatkan waktu tinggal (dwell time) dan memperkuat pengalaman pengguna.
3. Audit Konten
AI dapat dimanfaatkan untuk melakukan audit SEO secara cepat pada halaman tertentu.
a. Analisa Struktur dan Optimasi On-Page
AI dapat diminta untuk:
- Menganalisa struktur heading
- Mengevaluasi distribusi keyword
- Mengidentifikasi potensi keyword stuffing
- Menilai kelengkapan topik
- Memberikan saran perbaikan internal link
Bahkan, AI bisa diminta mensimulasikan bagaimana mesin pencari ‘memahami’ sebuah halaman.
b. Evaluasi Kualitas Konten
Audit juga dapat mencakup:
- Apakah konten terlalu tipis (thin content)
- Apakah artikel sudah menjawab pertanyaan utama pengguna
- Apakah CTA sudah jelas
- Apakah ada duplikasi ide dalam satu website
Dengan pendekatan ini, AI berfungsi sebagai second opinion sebelum konten benar-benar dioptimasi ulang.

Kesimpulan
Bisnis online di masa depan tidak akan lepas dengan keberadaan AI. Berbagai platform AI bisa membantu aktivitas bisnis, akan tetapi ada hal yang perlu diperhatikan. Memang dengan keberadaan AI akan membantu bekerja lebih cepat, tapi manusialah yang membuat bisnis tersebut layak untuk dipercaya.
Karena itu, penggunaan platform AI harus dengan bijak. Jangan biarkan robot mengusir pelanggan Anda dengan kekakuannya. Gunakan dengan strategi yang tepat!