Traffic SEO Naik, Tapi Bisnis Tidak Bertambah? Cek Branded dan Non-Branded Traffic 

Photo of author

Ditulis oleh Bogi Kamali Rozaq

As a manager in the SEO division at Zeka Digital, experienced in writing content using SEO techniques.

Apakah parameter dari kesuksesan SEO itu adalah trafik yang besar? Belum tentu!

Ada gambaran dari kasus klien Zeka Digital. Jadi ada klien dari Zeka Digital datang kepada kami dan mengeluh mengenai kecilnya konversi dari pelanggan mereka yang datang dari website. Padahal mereka ditunjukkan oleh agensi SEO mereka sebelumnya bahwa trafiknya bagus.

Setelah kami lakukan audit, masalah terdeteksi. Ternyata konten yang mereka produksi adalah konten informatif yang menjawab pertanyaan sebagian besar soal pelajaran di sekolah. Dari sini terlihat polanya, jika mendekati ujian, maka trafik akan tinggi dan jika liburan sekolah trafik bisa dipastikan tiarap.

Baca Juga: Memahami Cara Kerja Trafik Website

Karena audiens hanya memerlukan jawaban dari pertanyaan, maka ketika mereka mendapatkan tujuannya, mereka segera meninggalkan website. Tanpa membeli.

Contoh lain seperti ini.

Sebuah website mengalami kenaikan organic traffic 40% dalam enam bulan. Sekilas terlihat sebagai keberhasilan SEO. Namun setelah diperiksa, sebagian besar kenaikan tersebut berasal dari pencarian nama perusahaan sendiri.

Branded trafik dan non branded trafik itu penting. Sumber Yandex AI Image

Apakah dengan alur seperti ini SEO akan mendorong kemunculan pelanggan baru? Karena pengunjung website yang datang adalah pengunjung lama, tentunya mereka sudah membeli produk Anda sebelumnya. Atau mereka mengetahui brand Anda tetapi tidak ada niat untuk membeli.

Dari kasus-kasus diatas terdapat gambaran bahwa peningkatan trafik tidak serta merta memunculkan pembelian maupun menarik pelanggan baru pada bisnis Anda. Selain itu, penting untuk memahami apa itu branded traffic, apa itu non-branded traffic dan apa perbedaan keduanya. 

SEO tidak hanya terfokus pada trafik yang besar, ada hal yang lebih detail dari sekedar trafik.

Apa Itu Branded Traffic?

Apa itu branded traffic?

Kami akan menjelaskan dengan analogi kasus.

Ketika brand Joyo Mebel banyak disebut, banyak terpampang di berbagai media dan bahkan sering mensponsori event-event besar lokal di Jogja, tentu brand ini akan dikenal dan menancap di benak masyarakat.

Maka perusahaan bernama Joyo Mebel dengan query :

  • Joyo Mebel
  • Joyo Mebel Jogja
  • Produk Joyo Mebel
  • Alamat Joyo Mebel

Kemungkinan akan banyak dicari orang di mesin pencarian. Orang yang melakukan pencarian tersebut tentu karena sudah mengenal dan mengetahui brand tersebut. 

Masalahnya adalah, tidak semua branded search berarti orang sudah menjadi pelanggan atau nantinya akan membeli produk. Meskipun audiens telah mengetahui brand, bisa jadi audiens tidak memiliki intent atau niatan untuk membeli.

Akan tetapi pada pencarian dengan kata kunci berikut ini : 

  • Harga Dipan Custom Joyo Mebel

Pada kata kunci tersebut ada branded queries, tetapi bisa menunjukkan commercial intent yang sangat kuat. Artinya audiens yang mencari kata kunci dengan tambahan commercial intent tersebut memang berniat mengetahui salah satu harga produk Joyo Mebel.

Apa Itu Non-Branded Traffic?

Sedangkan untuk non-branded traffic adalah kebalikan dari branded traffic. Jika seseorang belum mengetahui brand Joyo Mebel, mereka kemudian menggunakan kata kunci berikut : 

  • Mebel Custom Jogja
  • Furniture Custom Jogja
  • Dipan Custom Jogja

Query tersebut memang tidak mengandung kata atau brand Joyo Mebel, akan tetapi dari query yang mereka masukkan maka kemungkinan besar audiens mencari solusi produk yang sebenarnya juga ditawarkan Joyo Mebel.

Sehingga non-branded traffic inilah yang kemudian membawa audiens menjadi mengenal brand Joyo Mebel. Ini yang membuat non-branded search sangat menarik untuk strategi customer acquisition.

Branded vs Non-Branded : Jangan Menganggap Salah Satunya Selalu Lebih Baik

Dalam dunia SEO baik branded maupun non-branded traffic, keduanya memiliki peran masing-masing. Artinya diantara keduanya tidak bisa dianggap lebih baik salah satunya. Untuk prioritasnya apakah ditargetkan branded traffic dulu atau non-branded traffic dulu, maka setidaknya Anda perlu mengetahui kapan hal ini harus diterapkan.

Dalam strategi SEO dan digital marketing, penggunaan branded dan non-branded traffic memiliki peran penting untuk meningkatkan jangkauan website sekaligus mendatangkan calon pelanggan potensial. 

Pada website Joyo Mebel yang kami kelola, sebagai perusahaan produsen mebel custom kayu solid di Jogja melalui website joyomebel.com, perlu memanfaatkan kedua jenis trafik tersebut secara seimbang agar dapat menjangkau pelanggan yang sudah mengenal merek maupun calon pelanggan baru yang sedang mencari produk furniture.

Branded traffic merupakan trafik yang berasal dari pencarian dengan menyertakan nama merek. Penargetan branded traffic penting untuk hal berikut ini :

  • Memudahkan calon pelanggan menemukan informasi resmi perusahaan
  • Melihat portofolio pekerjaan
  • Mempelajari produk
  • Menghubungi tim untuk konsultasi. 
  • Indikator berkembangnya brand awareness. 

Dengan memastikan website mudah ditemukan ketika nama perusahaan dicari, Joyo Mebel dapat memperkuat kredibilitas dan mendukung proses konversi dari pengunjung menjadi pelanggan.

Penting sebagai SEO spesialis untuk mengupayakan trafik website. Sumber Yandex AI Image

Sedangkan, non-branded traffic merupakan trafik yang berasal dari pencarian tanpa menyebut nama merek, tetapi menggunakan kata kunci berdasarkan kebutuhan produk, layanan, material, atau lokasi. 

Strategi ini penting karena banyak calon pelanggan belum mengenal Joyo Mebel ketika pertama kali mencari furniture. Dengan mengoptimalkan halaman produk, layanan, dan artikel yang relevan, non-branded traffic lebih relevan ketika :

  • Audiens mencari solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka
  • Bertujuan memperluas jangkauan pasar potensial
  • Menjangkau audiens baru
  • Mengurangi ketergantungan terhadap popularitas merek.

Kedua jenis trafik tersebut penting untuk dikembangkan secara bersamaan karena memiliki fungsi yang saling melengkapi. Non-branded traffic berperan dalam memperkenalkan Joyo Mebel kepada calon pelanggan baru, sedangkan branded traffic membantu memfasilitasi pengguna yang sudah mengenal perusahaan dan ingin mencari informasi lebih lanjut. 

Kombinasi keduanya dapat mendukung perjalanan pelanggan, mulai dari menemukan produk, mengevaluasi penyedia, hingga mengajukan penawaran dan melakukan pemesanan.

Untuk mengukur keberhasilannya, perlu untuk memantau jumlah klik, impresi, posisi kata kunci, serta jumlah prospek yang dihasilkan dari masing-masing jenis trafik melalui Google Search Console dan perangkat analitik. 

Dengan demikian, strategi SEO tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah pengunjung, tetapi juga pada kualitas trafik dan kontribusinya terhadap penjualan. Tujuan akhirnya adalah membangun visibilitas brand yang kuat sekaligus menjangkau calon pelanggan baru secara berkelanjutan.

Bagaimana AI Overview Mengubah Pentingnya Non-Branded Search?

Keberadaan AI overview menjadikan banyak pemilik website mengeluh karena trafik menurun. Ini memang konsekuensi ketika teknologi digital berkembang dengan kecerdasan buatan. Lalu, apa yang perlu dilakukan ketika trafik turun?

Ada beberapa jenis query yang ‘dimakan’ oleh AI overview sehingga trafik website menjadi turun. Informasi yang mengulas hal berikut, akan mudah diambil alih jawabannya oleh AI dan ditampilkan AI overview : 

  • Pertanyaan sederhana
  • Definisi
  • Informasi umum
  • Tutorial dasar
  • Pertanyaan yang jawabannya bisa diberikan langsung.

Sedangkan ada juga query yang masih bisa menarik audiens untuk mengunjungi website Anda. Idealnya, di masa sekarang membuat konten yang SEO friendly perlu menggunakan query jenis ini agar audiens tidak direbut oleh AI overview : 

  • Pencarian lokal
  • Commercial investigation
  • Perbandingan
  • Rekomendasi
  • Layanan spesifik
  • Kebutuhan yang membutuhkan penawaran
  • Pencarian berdasarkan pengalaman
  • Pencarian yang membutuhkan tindakan.

Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa SEO tidak mati karena adanya AI overview. Hanya saja Anda perlu berbagi tempat pada AI overview yang fiturnya sudah tertanam di mesin pencarian. Anda hanya perlu melakukan riset jenis query seperti apa yang tidak termakan keberadaan AI overview. Disitulah Anda membuat konten untuk menarik pengunjung organik.

Strategi SEO : Jangan Mengejar Non-Branded Traffic Semata

Jika trafik terbagi menjadi dua jalur, bagaimana cara optimasinya? Apakah nanti tidak tumpang tindih dalam menyusun strategi?

Keduanya bukan dua strategi yang saling bersaing. Keduanya dapat menjadi bagian dari satu perjalanan pelanggan.

Untuk memahaminya, optimasi SEO dapat dibagi menjadi empat tahap berikut.

Tahap 1 : Menjangkau Permintaan yang Sudah Ada

Tahapan ini menangkap permintaan yang sudah terbentuk di pasar melalui pencarian organik. Fokus utama dari tahap ini adalah mengoptimalkan non-branded keyword yang relevan dengan kebutuhan audiens dan layanan bisnis.

Misalnya, sebuah perusahaan mebel menyediakan produk custom untuk mebel rumahan. Perusahaan tersebut dapat menargetkan kata kunci seperti:

  • Furniture rumah minimalis
  • Jasa furniture custom untuk rumah
  • Furniture ruang keluarga
  • Furniture kayu solid

Setiap kata kunci memiliki konteks dan intensi pencarian yang berbeda. Orang yang mencari produk furniture custom belum tentu cocok dengan harga yang ditawarkan (karena custom biasanya lebih mahal). Sedangkan yang sudah cocok pun bisa juga masih mencari pertimbangan lain.

Oleh karena itu, pemilihan kata kunci harus mempertimbangkan hubungan antara kebutuhan pengguna, maksud pencarian, dan tujuan bisnis. Konten informatif dapat digunakan untuk menjangkau audiens pada tahap awal, sedangkan halaman layanan dapat menargetkan pengguna dengan intensi komersial yang lebih kuat.

Namun, mendatangkan pengunjung hanyalah langkah awal. Setelah berhasil menarik perhatian, website harus memberikan alasan bagi pengunjung untuk mengenal dan mempertimbangkan brand lebih jauh.

Tahap 2 : Mengubah Kunjungan Menjadi Kepercayaan

Pengunjung yang datang melalui pencarian non-branded belum tentu mengenal perusahaan yang berada di balik website. Mereka mungkin menemukan artikel yang relevan, membaca beberapa paragraf, lalu meninggalkan halaman tanpa mengetahui siapa yang menyediakan informasi tersebut.

Jika hal ini terus terjadi, website mungkin memperoleh trafik, tetapi peluang membangun hubungan dengan calon pelanggan menjadi hilang.

Karena itu, tahap berikutnya adalah build trust, yaitu membangun kepercayaan melalui konten, pengalaman pengguna, dan bukti kredibilitas.

Ada beberapa langkah strategis yang dapat mendukung proses ini.

  • Artikel yang menunjukkan keahlian. Konten sebaiknya tidak hanya menjelaskan definisi atau memberikan informasi umum, tetapi juga membantu pembaca memahami masalah dan menentukan langkah yang dapat dilakukan. Penjelasan yang mendalam, relevan, dan didukung informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dapat memperkuat persepsi terhadap kompetensi brand.
  • Studi kasus. Studi kasus memperlihatkan bagaimana perusahaan menangani masalah nyata, pendekatan yang digunakan, dan hasil yang diperoleh. Jika menyertakan angka, pastikan hasil tersebut akurat, memiliki konteks, dan tidak memberikan gambaran yang menyesatkan.
  • Halaman layanan yang jelas. Pengunjung perlu memahami layanan yang ditawarkan, siapa yang cocok menggunakannya, masalah apa yang dapat dibantu untuk diselesaikan, bagaimana proses kerjanya, serta apa yang membedakan perusahaan dari penyedia layanan lainnya.
  • Profil perusahaan dan tim. Informasi mengenai perusahaan, pengalaman tim, kompetensi, serta pihak yang bertanggung jawab atas layanan membantu pengunjung memahami siapa yang sedang mereka pertimbangkan.
  • Author atau expert profile. Identitas penulis dan pakar yang terlibat dapat memberikan konteks mengenai keahlian di balik konten. Hal ini terutama relevan untuk topik yang membutuhkan pengalaman profesional (konten YMYL) atau pengetahuan khusus.
  • Bukti pengalaman. Portofolio, testimoni yang autentik, sertifikasi yang relevan, dan contoh pekerjaan dapat membantu mengurangi keraguan calon pelanggan.

Semua elemen tersebut sebaiknya terhubung melalui struktur internal link yang masuk akal. Pembaca yang menemukan artikel informatif perlu memiliki jalur yang jelas untuk mengakses studi kasus, profil perusahaan, atau halaman layanan yang relevan.

Dengan demikian, website tidak hanya berfungsi sebagai tempat memperoleh informasi, tetapi juga sebagai sarana membangun kepercayaan terhadap brand.

Tahap 3 : Mendorong Pengguna Mencari Brand

Setelah mengenal brand dan memperoleh cukup informasi untuk menilainya, sebagian pengguna mungkin mulai melakukan pencarian yang lebih spesifik.

Misalnya, perjalanan pencarian seseorang berlangsung seperti berikut:

  • Pengguna mencari “cara optimalkan ruangan di rumah”.
  • Ia menemukan artikel dari sebuah perusahaan produsen mebel yang mengulas penggunaan lemari sekat untuk ruangan.
  • Ia membaca artikel lain dan menemukan studi kasus yang relevan.
  • Ia mulai mempertimbangkan perusahaan tersebut sebagai calon penyedia layanan.
  • Ia mencari “Nama Perusahaan Furniture” untuk mengetahui detail layanan dan kredibilitasnya.
  • Pada titik ini, brand mulai menjadi bagian dari pertimbangan pengguna.

Inilah yang dimaksud dengan create branded demand : membangun pengenalan dan preferensi terhadap brand sehingga pengguna memiliki alasan untuk mencari brand tersebut secara spesifik.

Penting untuk dipahami bahwa branded demand tidak hanya dibentuk oleh SEO. Pengalaman membaca konten, rekomendasi orang lain, aktivitas media sosial, iklan, webinar, interaksi dengan tim penjualan, dan pengalaman pelanggan juga dapat berkontribusi.

SEO berperan dalam perjalanan tersebut dengan menghadirkan konten yang relevan, memberikan pengalaman informasi yang konsisten, dan membantu pengguna menemukan jawaban ketika mereka ingin mengenal perusahaan lebih jauh.

Selain itu, perusahaan perlu memastikan bahwa brand memiliki identitas yang konsisten. Nama perusahaan, deskripsi layanan, profil tim, informasi kontak, dan informasi penting lainnya sebaiknya mudah ditemukan serta tidak saling bertentangan.

Dengan kata lain, tujuan tahap ini bukan sekadar membuat pengguna mengingat nama perusahaan. Tujuannya adalah membangun alasan yang cukup kuat bagi mereka untuk mempertimbangkan brand tersebut ketika membutuhkan solusi.

SEO kuat maka brand juga menguat. Sumber Yandex AI Image

Tahap 4 : Mengubah Minat Menjadi Tindakan

Setelah pengguna mengenal brand, tahap berikutnya adalah membantu mereka mengambil tindakan yang relevan.

Tindakan tersebut dapat berupa:

  • Mengisi formulir konsultasi.
  • Menghubungi tim penjualan.
  • Meminta penawaran harga.
  • Mendaftar untuk demonstrasi produk.
  • Melakukan pembelian.
  • Menjadwalkan pertemuan dengan tim perusahaan.

Pada tahap ini, halaman yang dikunjungi pengguna perlu menjawab pertanyaan yang berhubungan langsung dengan keputusan pembelian.

Misalnya, ketika seseorang mencari “Nama Perusahaan furniture custom”, ia mungkin ingin mengetahui cakupan layanan, pengalaman perusahaan, kualitas produk, harga-harga, dan cara memulai kerja sama.

Jika halaman yang ditemukan hanya berisi informasi umum, peluang konversi bisa terhambat. Sebaliknya, halaman yang menjelaskan layanan secara spesifik, memberikan bukti kredibilitas, menjawab keberatan umum, dan menyediakan ajakan bertindak yang jelas dapat membantu pengguna melanjutkan proses evaluasi.

Branded search berpotensi menghasilkan konversi yang lebih tinggi karena sebagian pengguna sudah mengenal perusahaan sebelum melakukan pencarian. Akan tetapi, hal ini bukan jaminan. Pengguna tetap dapat membandingkan beberapa penyedia layanan, menunda keputusan, atau memilih alternatif lain.

Karena itu, optimasi tahap konversi harus berfokus pada kesesuaian antara kebutuhan pengguna dan penawaran perusahaan, bukan hanya pada keberadaan nama brand di kata kunci.

Pastikan konten memiliki kontribusi untuk bisnis. Sumber Yandex AI Image

Jangan Hanya Mengukur Traffic, Ukur Kontribusinya terhadap Bisnis

Dalam pengelolaan SEO website bisnis Anda, jangan hanya puas pada hasil organic traffic yang mengalami kenaikan. Tetapi Anda perlu memperhatikan berbagai metrik, diantaranya adalah : 

  • Non-branded clicks
  • Non-branded impressions
  • CTR
  • Ranking
  • Leads
  • Conversion rate
  • Branded search growth
  • Leads dari organic search.

Baca Juga: Pencarian Organik pada SEO

Bisa jadi traffic website Anda di dalam laporan naik 30%, tetapi leads hanya mengalami kenaikan 2%. Dan bisa saja traffic website Anda hanya mengalami kenaikan 15%, tetapi leads bisa naik menembus 40%.

Mengapa bisa seperti itu?

Ini terkait dengan efektivitas konten. Apakah konten SEO yang Anda buat benar-benar berdampak pada bisnis Anda sehingga bisa memunculkan lead dan konversi, atau hanya sekedar menghimpun informasi lalu menghimpun trafik.

Jadikan SEO adalah strategi dalam mendampingi calon konsumen sehingga mereka lebih mudah dalam mengambil keputusan. Karena itu, penggunaan konten baik untuk tujuan branded search maupun non-branded search sebaiknya dilakukan dengan strategi yang benar-benar tepat.

Tinggalkan komentar

logo zeka digital official

Zeka Digital hadir untuk membantu bisnis membangun dan mengembangkan pemasaran digital sesuai kebutuhan bisnis. Dengan dukungan tim profesional, Zeka Digital siap menjadi mitra pemasaran digital bagi berbagai sektor bisnis di seluruh Indonesia.

Alamat & Kontak

Pringgolayan, RT.02/RW.44, Banguntapan,
Bantul, Yogyakarta 55198.

0811-265-1453
admin@zekadigital.com

Chat Konsultasi